Hai Dear, wellcome to my Blog

Minggu, 22 Juni 2014

PRABOWO PILIH JOKOWI, JOKOWI PILIH PRABOWO

Saya teringat ucapan Bapak Prabowo Subianto tadi malam saat debat capres 3 berlangsung, kata beliau " Wi, kita kan damai saja, malah penonton yang histeris". Jika kita melihat dari kaca "positive thinking", betapa bagusnya jiwa kedua calon presiden masa depan kita. Antara mereka terjadi persaingan yang damai, tanpa adanya terlihat rasa saling ingin menjatuhkan. Bahkan, kalau boleh dikatakan sikap mereka cenderung Legowo dibandingkan para tim sukses atau simpatisannya.

Selain itu, dari pihak Bapak Jokowi sendiri selalu mengajak para simpatisan dan kadernya agar menghindari kampanye yang akan menimbulkan keresahan dan permusuhan di kalangan mereka. Sosok calon pemimpin  yang benar-benar berjiwa besar akan tampak dari ucapan-ucapan yang mereka lontarkan.

Pesan tersirat yang dapat saya tangkap dari sikap kedua calon presiden tersebut bahwa mereka mengajak masyarakat, baik para simpatisan maupun tim sukses kedua pasangan tersebut untuk berkampanye secara damai tanpa adanya "Kampanye Hitam". dan semoga semua berjalan sesuai dengan harapan itu dan juga harapan kita bersama.

Pemilu Presidenku, Cinta Damai



Indonesia merupakan negara yang saat ini tengah menghadapi polemik demokrasi internal, dalam rangka menghadapi pemilu presiden 9 Juli 2014 mendatang. Para simpatisan, tim sukses dari kedua kubu capres dan cawapres saling mengunggulkan calon masing-masing, dan segala daya upaya pun dilakukan agar tokoh yang didukung menjadi pemenang dalam pilpres nanti.

Namun, sayang jika kita lihat pemberitaan yang beredar di berbagai media masa saat ini. Ada yang disebut dengan nama “kampanye Hitam”, dengan mencari kejelekan-kejelakan lawan politik bukanlah cara yang profesional dalam proses menuju kepala daerah yang terpilih. Belum sempat menjadi figur seorang presiden sudah dimunculkan perdebatan yang berpotensi menjadi permusuhan di kalangan rakyat. Sisi positifnya, semangat perubahan yang ada dalam diri masyarakat pantas mendapatkan asosiasi, sebab rata-rata menginginkan perubahan.

Harapan kita bersama, siapapun nanti yang terpilih menjadi presiden Negara ini akan mengalami perubahan positif ke depannya. Amin.

Rabu, 18 Juni 2014

MOA

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga mudah.

Untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itu masih mungkin.

Tapi mencintai dan dicintai karena Allah itu tak mudah,namun bukan berarti tak mungkin.

Cinta yang tulus karena Allah tak akan dapat dihancurkan oleh masalah, dilemahkan oleh waktu dan dipisahkan oleh jarak...

Selama kita taat kepada Allah, Insya Allah Dia pertemukan pemilik hati yang taat kepada-Nya pula..Aamiin..



Pintaku tak banyak sayang, hanya ingin kamu mendampingiku dunia akhirat saja, tak lebih dari itu.
Yang tersayang Moeftiy Oeliel Amrie...

Kamis, 29 Mei 2014

Teruntukmu yang tertulis di lauhul Mahfuz


hanya satu nama saat ini bertahta
kan ku pinta pada-Nya
untuk ku jadikan penyempurna
menuju indahnya jalinan cinta

Tak ku ingin yang kaya,
hanya yang memahami dan memakaikan agama
Tak ku pinta yang tampan,
hanya ku butuhkan seorang imam

dengarlah wahai sayang
hati ini telah lama
terluka dan selalu diluka

ku harap padamu,
jalinlah ke-istiqomahan inimenuju jannah-Nya
tak sekedar kesenangan dunia

Pintaku,
jagalah aku
jaga imanmu
dan istiqomahlah menuju kehalalan-Nya.

(Moeftiy Oeliel Amrie)

Sabtu, 26 April 2014

Kartini oh Kartini

Banyak yang bertanya dan menggugat, mengapa oh mengapa kartini yang dipilih ?
Wajar saja jika tanya itu terlompat dari mulut setiap orang yang berpijak kepada spekulasi seorang tokoh dalam memandang sisi perjuangan Kartini.

Jika kita tela'ah, Kartini pantas kok disiebut sebagai pahlwan bagaimana tidak, pengorbanan yang dilakukan kartini tidak asal-asalan. Kartini Memiliki Gagasan / Pemikiran Besar tentang Emansipasi Wanita…
Kartini telah menghasilkan karya inspiratif yang membuka mata dunia akan semangat dan kegigihan wanita Indonesia..
Perjuangan Kartini dilakukan sepanjang hidup
Kartini memiliki kecintaan yang besar akan Indonesia dan memiliki akhlak yang baik .
Kejamnya Imprelisme (penjajahan), minimnya akses pendidikan, dogma adat istiadat dan agama yang mengukung tak membuatnya menyerah untuk memikirkan nasib kaumnya..


Jika bukan Kartini, siapa yang akan kita jadikan pahlawan ? Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Rohana Kudus, atau yang lainnya ?
Andai saja semua pahlawan meminta satu hari saja untuk dijadikan peringatan kepahlawanan mereka, apakah mungkin jumlah hari yang hanya 365 dalam setahun cukup untuk memperingatinya ?
Atau, jika para pahlawan minta satu lagu untuk menghargai kepahlawanan mereka, kira-kira adik-adik kita di SMP sanggup menghafal ribuan lagu pahlawan ? Bisa-bisa mereka gak bisa ngikutin UN nantinya.

Dari itu, mari kita jadikan peringatan Hari Kartini sebagai momentum perjuangan pahlawan perempuan. Emansipasi itu esensinya bukan siapa nama tokohnya, hari apa dirayakan atau busana apa yang dikenakan. Namun, bagaimana kontribusi kita terhadap kemajuan bangsa ini.

Salam.

Selasa, 15 April 2014

My Graduation






To My Parent's





Ketiadaan dan kekurangan
Bukanlah menjadi penghalang
Buatnya untuk tetap berjuang
Membantuku dalam menimba ilmu..
Ayah, Ibu..
Engkau pejuang sejati
Walau terik matahari membakar kulitmu
Walau hujan mengguyur tubuhmu
Engkau tak kenal lelah dan terus berjuang untukku
Agar tetap melanjutkan pendidikan hingga keperguruan tinggi..
Ayah, Ibu..
Jasamu tak kan pernah ku lupakan
Tak sedikit air mata dan keringat yang bercucuran demi ku
Telah ku raih dan wujudkan untuk kalian
Sarjana Humaniora ini ku persembahkan
Ayah, Ibu..
Ku bangga memiliki orang tua seperti kalian
Walau di usiamu yang senja tetap
Senyum dan peduli
Terhadap nasib dan pendidikanku
Terima kasih Ayah,
Terima kasih Ibu
Engkau adalah pahlawan hidup dan pendidikan buatku.